Reaktivasi BPJS PBI Malang Seret, Ini Penyebabnya

 

Proses ngidupin lagi ribuan peserta PBI JKN di Kota Malang lagi jalan, tapi ya gitu… masih agak seret. Warga yang kepesertaannya tiba-tiba nonaktif belum bisa pakai fasilitas kesehatan hampir sebulan terakhir. Soalnya, Pemkot masih sibuk beresin tahap cek dan cocokin data dulu.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, bilang kalau data peserta yang ke-nonaktif itu lagi dipadankan sama Dispendukcapil. Intinya, ribuan data itu dicek ulang biar valid dan nggak ada yang miss. Yang dicek mulai dari update KK, alamat domisili terbaru, sampai status masih hidup atau nggaknya. Setelah beres, datanya bakal dikoordinasikan ke Dinsos P3AP2KB.

Nah, nanti peserta bakal diklasifikasikan lagi sesuai tingkat kesejahteraan, dari desil 1 sampai 5 — alias kategori ekonomi paling bawah. Kalau masih masuk desil 1–5, peluang buat diaktifin lagi cukup besar.

Tapi ada syaratnya, guys. Buat reaktivasi, harus ada rekomendasi dari Dinsos plus surat keterangan sakit atau surat lagi menjalani perawatan dari faskes (bisa puskesmas atau rumah sakit). Kalau dua dokumen itu lengkap, reaktivasi bisa diproses kapan aja.

Buat warga yang nggak masuk hasil pemadanan atau ternyata udah nggak masuk desil 1–5, opsinya ada dua: daftar jadi peserta mandiri atau pindah ke skema PBI Daerah (PBID). Tahun ini, Pemkot Malang udah siapin dana sekitar Rp 153 miliar buat nanggung sekitar 360 ribu peserta PBID.

Dari sisi Dinsos, lonjakan pengajuan surat reaktivasi lumayan kerasa. Kepala Dinsos P3AP2KB, Donny Sandito, bilang tiap hari bisa nerbitin 5 sampai 10 surat keterangan. Biasanya warga baru ngeh statusnya nonaktif pas lagi mau berobat di RS. Bahkan, rumah sakit juga sering langsung hubungi Dinsos buat bantu proses suratnya.

Tapi, penerbitan surat itu nggak bisa sembarangan. Semua harus ngacu ke data di SIKS-NG (Sistem Integrasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) dari Kemensos. Kalau di sistem masuk desil 1–5, surat bisa keluar. Kalau ternyata ada di desil 9 atau 10, ya nggak bisa diproses.

Masalahnya, Dinsos juga nggak pegang data lengkap siapa aja yang dinonaktifkan. Data resminya ada di BPJS Kesehatan dan Dinkes. Mereka cuma bantu terbitin surat sesuai aturan Kemensos. Ditambah lagi, pemda nggak punya akses buat ngubah data di SIKS-NG, jadi kalau ada kesalahan data, prosesnya nggak bisa instan.

Sebelumnya, ratusan ribu peserta PBI JKN di Malang Raya memang dinonaktifkan karena dianggap sudah nggak memenuhi syarat. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin, jelasin kalau kebijakan ini ngikut Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang mulai berlaku 1 Februari 2026. Jadi ada penyesuaian data nasional, peserta yang dinonaktifkan diganti sama peserta baru yang lebih layak.

Totalnya ada sekitar 125 ribu peserta nonaktif di Malang Raya. Rinciannya: Kota Malang 9.920 orang, Kota Batu 3.974 orang, dan Kabupaten Malang 112.140 orang. Biasanya penonaktifan terjadi karena datanya nggak sesuai  misalnya sudah bekerja atau ekonominya dianggap sudah nggak masuk kategori desil 1–5 lagi.

Pemkot Malang sendiri minta warga tetap tenang. Reaktivasi tetap bisa diajukan sesuai prosedur. Yang penting, rajin cek status kepesertaan biar nggak kaget pas lagi butuh layanan kesehatan.

REDAKSI DPD GOLKAR KOTA MALANG

Seluruh konten informasi di portal ini diterbitkan secara resmi oleh Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Partai Golkar Kota Malang.