Segel Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang Dibuka, Pengurus Baru Sampaikan Harapan Besar

Setelah sempat ditutup dan disegel oleh sejumlah kader Partai Golkar Kota Malang sejak awal Januari 2026, kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Malang akhirnya kembali dibuka secara resmi oleh jajaran pengurus terbaru.

Prosesi pembukaan segel dilakukan secara simbolis pada Minggu (1/2/2026), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan struktur kepengurusan baru serta agenda rapat pleno perdana bersama pengurus partai.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menyampaikan bahwa seluruh tahapan Musyawarah Daerah (Musda) telah selesai dan kini telah memperoleh kekuatan hukum melalui terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2025–2030.

Menurutnya, Musda yang berlangsung pada pertengahan Desember 2025 telah menghasilkan kepengurusan definitif setelah seluruh susunan pengurus disampaikan kepada DPD Partai Golkar Jawa Timur dan mendapat pengesahan dari DPP Partai Golkar pada 28 Januari 2026.

Djoko menjelaskan, pasca Musda pihaknya langsung menyusun formatur kepengurusan yang ditetapkan pada 14 Januari 2026. Selanjutnya, usulan tersebut diproses hingga keluarnya SK resmi sebagai dasar legal kepengurusan baru.

Usai pembukaan segel kantor, jajaran pengurus langsung menggelar rapat pleno pertama bersama Fraksi Golkar DPRD Kota Malang sebagai langkah awal konsolidasi organisasi.

Dalam kepengurusan baru tersebut, sejumlah nama turut mengisi struktur inti partai. Teguh Darwanto dipercaya sebagai Sekretaris Umum, sementara posisi Bendahara Umum ditempati Hendi Suryo Laksono. Selain itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang Suryadi juga masuk dalam jajaran wakil ketua bidang organisasi bersama beberapa pengurus lainnya.

Djoko menegaskan bahwa kepengurusan yang baru ingin membawa Partai Golkar menjadi organisasi politik yang lebih modern, progresif, dan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat Kota Malang.

Selain fokus melakukan penguatan internal partai, dirinya juga berkomitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang sempat muncul pasca Musda, termasuk dinamika yang menyebabkan kantor DPD Golkar Kota Malang sempat disegel oleh sejumlah kader.

Ia berharap seluruh kader dapat kembali bersatu dan menjadikan kantor partai sebagai rumah bersama untuk membangun soliditas organisasi.

Djoko juga mengungkapkan bahwa dalam proses Musda sebelumnya terdapat beberapa nama yang mencuat sebagai kandidat ketua, termasuk dirinya, Rudi, dan Abah Anton. Namun melalui mekanisme organisasi dan rapat formatur, akhirnya ditetapkan satu ketua terpilih secara resmi.

Menurutnya, seluruh kader harus menempatkan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi. Ia menargetkan Partai Golkar Kota Malang mampu meningkatkan perolehan kursi DPRD serta memperkuat posisi partai pada Pemilu dan Pilkada mendatang.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi, menegaskan kepengurusan periode 2025–2030 akan segera bergerak melakukan konsolidasi internal dan membuka ruang komunikasi bagi seluruh kader Golkar untuk bersama-sama membangun Kota Malang menjadi lebih baik. 

 

REDAKSI DPD GOLKAR KOTA MALANG

Seluruh konten informasi di portal ini diterbitkan secara resmi oleh Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Partai Golkar Kota Malang.