Di tengah bayang-bayang fluktuasi perekonomian global yang tak menentu khususnya imbas dari gejolak di sektor energi. Kota Malang mengambil langkah strategis guna mengamankan stabilitas ekonomi daerah. Terobosan diplomasi ini diinisiasi secara proaktif oleh Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin.
Sebagai nakhoda partai beringin di Kota Malang, Djoko Prihatin menunjukkan komitmen karya kekaryaan-nya dengan turun langsung menjemput program dari pemerintah pusat. Pada hari Selasa, 21 April 2026, bertempat di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, politisi senior Golkar ini melakukan pertemuan dan silaturahmi tingkat tinggi.
Langkah jemput bola yang dilakukan oleh Djoko Prihatin ini membuahkan hasil yang sangat positif. Ia disambut hangat secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Bapak Ahmad Erani Yustika.
Pertemuan kedua tokoh ini memiliki bobot strategis yang tinggi. Ahmad
Erani Yustika adalah figur penting yang saat ini dipercaya penuh untuk
memimpin jalannya birokrasi di Kementerian ESDM. Fokus utama
kepemimpinannya adalah pada penguatan tata kelola kelembagaan energi
nasional, serta mengawal ketat kesuksesan program hilirisasi yang
menjadi pilar utama ekonomi negara saat ini.
"Alhamdulillah,
pertemuan dan silaturahmi kemarin berjalan sangat produktif. Pertemuan
ini menghasilkan kesepakatan untuk membangun kolaborasi yang konkret, di
mana program-program strategis dari Kementerian ESDM akan kita tarik
dan kita sinergikan untuk kemajuan Kota Malang," ungkap Djoko Prihatin
usai pertemuan di Jakarta.
Langkah diplomasi ekonomi yang digawangi oleh pimpinan Golkar Kota Malang ini dinilai sangat krusial dan tepat waktu. Ketidakpastian energi global yang terjadi saat ini memiliki efek berantai yang sewaktu-waktu bisa menghantam ekonomi daerah, mulai dari ancaman inflasi, kenaikan biaya operasional UMKM, hingga tertekannya daya beli masyarakat.
Melalui perannya sebagai legislator sekaligus pimpinan partai, Djoko Prihatin tidak ingin Kota Malang hanya sekadar menunggu nasib di tengah ancaman krisis global. Sinergi dengan Kementerian ESDM ini diharapkan mampu menciptakan "sabuk pengaman" bagi ketahanan energi dan ekonomi kerakyatan di Kota Malang.
Meskipun rincian spesifik program masih akan digodok lebih lanjut, kolaborasi dengan kementerian yang berfokus pada hilirisasi dan tata kelola ini membuka peluang besar bagi Kota Malang. Peluang tersebut bisa berupa program transisi energi, efisiensi energi untuk fasilitas publik, hingga edukasi hilirisasi energi yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.
Kesuksesan pertemuan antara Djoko Prihatin dan Ahmad Erani Yustika ini menjadi angin segar bagi warga Kota Malang. Di saat banyak daerah lain masih bersikap pasif menghadapi ancaman resesi dan krisis energi global, Kota Malang telah mengambil langkah selangkah lebih maju untuk memastikan perekonomian kotanya tetap berputar aman, stabil, dan berkelanjutan.
https://audio.jukehost.co.uk/0SnWXDVtndF8qs2GgnIZDWAsFKhxO4uI

