Oleh : Djoko Prihatin
Ketua DPD Golkar Kota Malang
Hari ini, tepat pada tanggal 25 Agustus 2026 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk di Bumi Arema Kota Malang tercinta, kembali bersuka cita memperingati hari kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar rutinitas seremonial tahunan yang berlalu begitu saja. Lebih dari itu, ini adalah sebuah momentum spiritual dan sosial untuk kembali merefleksikan jejak langkah, perjuangan, serta akhlak agung yang beliau wariskan kepada umat manusia. Dari sekian banyak sifat mulia yang melekat pada diri Rasulullah, dua hal yang sangat relevan untuk kita jadikan pegangan di era modern ini adalah: Keteguhan dan Kesabaran.
Dalam lembaran sejarah peradaban manusia, tidak ada tokoh yang mampu merombak tatanan sosial, moral, dan spiritual dalam waktu yang relatif singkat dengan tingkat keberhasilan sesempurna Rasulullah SAW. Namun, kita harus ingat bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Jalan dakwah yang beliau tempuh adalah jalan panjang yang penuh dengan onak, duri, dan penolakan.
Di sinilah letak teladan keteguhan beliau. Saat berdakwah di fase Makkah, berbagai bentuk intimidasi, boikot ekonomi, cacian, hingga ancaman nyawa tak pernah sedikit pun menyurutkan langkah beliau. Beliau pernah ditawari harta, tahta, dan wanita oleh kaum Quraisy agar menghentikan dakwahnya, namun dengan tegas beliau menolak. Beliau tetap teguh memegang prinsip kebenaran, keadilan, dan tauhid.
Keteguhan berprinsip inilah yang hari ini sangat kita butuhkan, terutama bagi kita yang diamanahkan sebagai pelayan masyarakat maupun pemimpin politik. Keteguhan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat, keteguhan dalam menjaga persatuan bangsa, dan keteguhan untuk tidak tergoda oleh kepentingan sesaat yang merugikan masyarakat luas.
Mendampingi keteguhan tersebut adalah sifat kesabaran yang luar biasa. Kesabaran Rasulullah bukanlah kesabaran yang pasif atau tanda kelemahan, melainkan kesabaran yang aktif, tangguh, dan visioner. Kita tentu ingat kisah pilu di Thaif, di mana saat beliau dilempari batu oleh penduduk setempat hingga terluka, alih-alih mengutuk atau membalas dendam, beliau justru menengadahkan tangan mendoakan kebaikan agar kelak anak cucu mereka menjadi generasi yang beriman.
Kesabaran dalam merancang masa depan, sabar dalam merajut persatuan di Madinah (melalui Piagam Madinah yang merangkul berbagai golongan), dan sabar dalam mendidik umatnya adalah kunci keberhasilan beliau.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini, khususnya di Kota Malang, kesabaran menjadi fondasi yang sangat penting. Kita membutuhkan kesabaran dalam merawat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk, kesabaran dalam memajukan perekonomian daerah pasca-berbagai tantangan global, serta kesabaran dari para pemimpin dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
Sebagai bagian dari elemen bangsa, Partai Golkar melalui semangat Karya Kekaryaan selalu berupaya mengambil inspirasi dari perjuangan Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteguhan dan kesabaran beliau adalah kompas moral bagi para pemimpin dan kader bangsa. Di Kota Malang, kita dihadapkan pada tantangan pembangunan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak. Kepemimpinan Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan musyawarah, merangkul semua golongan tanpa memandang latar belakang, dan meletakkan kepentingan umat (masyarakat) di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, baik dalam kapasitas kita sebagai individu, anggota keluarga, maupun sebagai warga negara. Mari kita teladani keteguhan beliau dalam memegang prinsip kebenaran, serta kesabaran beliau dalam menghadapi setiap dinamika dan ujian kehidupan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua untuk terus memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi kemajuan Kota Malang, nusa, bangsa, dan agama.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
Hari ini, tepat pada tanggal 25 Agustus 2026 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk di Bumi Arema Kota Malang tercinta, kembali bersuka cita memperingati hari kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar rutinitas seremonial tahunan yang berlalu begitu saja. Lebih dari itu, ini adalah sebuah momentum spiritual dan sosial untuk kembali merefleksikan jejak langkah, perjuangan, serta akhlak agung yang beliau wariskan kepada umat manusia. Dari sekian banyak sifat mulia yang melekat pada diri Rasulullah, dua hal yang sangat relevan untuk kita jadikan pegangan di era modern ini adalah: Keteguhan dan Kesabaran.
Dalam lembaran sejarah peradaban manusia, tidak ada tokoh yang mampu merombak tatanan sosial, moral, dan spiritual dalam waktu yang relatif singkat dengan tingkat keberhasilan sesempurna Rasulullah SAW. Namun, kita harus ingat bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Jalan dakwah yang beliau tempuh adalah jalan panjang yang penuh dengan onak, duri, dan penolakan.
Di sinilah letak teladan keteguhan beliau. Saat berdakwah di fase Makkah, berbagai bentuk intimidasi, boikot ekonomi, cacian, hingga ancaman nyawa tak pernah sedikit pun menyurutkan langkah beliau. Beliau pernah ditawari harta, tahta, dan wanita oleh kaum Quraisy agar menghentikan dakwahnya, namun dengan tegas beliau menolak. Beliau tetap teguh memegang prinsip kebenaran, keadilan, dan tauhid.
Keteguhan berprinsip inilah yang hari ini sangat kita butuhkan, terutama bagi kita yang diamanahkan sebagai pelayan masyarakat maupun pemimpin politik. Keteguhan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan rakyat, keteguhan dalam menjaga persatuan bangsa, dan keteguhan untuk tidak tergoda oleh kepentingan sesaat yang merugikan masyarakat luas.
Mendampingi keteguhan tersebut adalah sifat kesabaran yang luar biasa. Kesabaran Rasulullah bukanlah kesabaran yang pasif atau tanda kelemahan, melainkan kesabaran yang aktif, tangguh, dan visioner. Kita tentu ingat kisah pilu di Thaif, di mana saat beliau dilempari batu oleh penduduk setempat hingga terluka, alih-alih mengutuk atau membalas dendam, beliau justru menengadahkan tangan mendoakan kebaikan agar kelak anak cucu mereka menjadi generasi yang beriman.
Kesabaran dalam merancang masa depan, sabar dalam merajut persatuan di Madinah (melalui Piagam Madinah yang merangkul berbagai golongan), dan sabar dalam mendidik umatnya adalah kunci keberhasilan beliau.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini, khususnya di Kota Malang, kesabaran menjadi fondasi yang sangat penting. Kita membutuhkan kesabaran dalam merawat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk, kesabaran dalam memajukan perekonomian daerah pasca-berbagai tantangan global, serta kesabaran dari para pemimpin dalam mendengar dan menindaklanjuti aspirasi rakyat.
Sebagai bagian dari elemen bangsa, Partai Golkar melalui semangat Karya Kekaryaan selalu berupaya mengambil inspirasi dari perjuangan Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteguhan dan kesabaran beliau adalah kompas moral bagi para pemimpin dan kader bangsa. Di Kota Malang, kita dihadapkan pada tantangan pembangunan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pihak. Kepemimpinan Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu mengedepankan musyawarah, merangkul semua golongan tanpa memandang latar belakang, dan meletakkan kepentingan umat (masyarakat) di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri, baik dalam kapasitas kita sebagai individu, anggota keluarga, maupun sebagai warga negara. Mari kita teladani keteguhan beliau dalam memegang prinsip kebenaran, serta kesabaran beliau dalam menghadapi setiap dinamika dan ujian kehidupan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan keberkahan kepada kita semua untuk terus memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi kemajuan Kota Malang, nusa, bangsa, dan agama.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H.
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa 'ala ali sayyidina Muhammad.
