Lawan Narkoba, Suryadi: Jangan Sampai Kita Jadi Tamu di Negeri Sendiri!

KOTA MALANG - Ancaman narkoba kini tidak lagi sekadar persoalan hukum, melainkan ancaman nyata terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dan masa depan peradaban bangsa. Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar, Suryadi, S.Pd., M.M., dalam acara Dialog Publik di Kantor DPRD Kota Malang, Senin, 14 September 2026.

Dialog publik yang mengangkat tema "DARURAT NARKOBA: Ancaman bagi Generasi Muda dan Masa Depan Indonesia" tersebut turut menghadirkan Kapolresta Malang Kota, Danang Setyo S.P., S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Suryadi menekankan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam momentum krusial menuju visi Indonesia Emas. Kegagalan dalam membentengi anak muda dari jeratan narkotika sama halnya dengan meruntuhkan fondasi kepemimpinan masa depan.

"Kalau hari ini kita gagal menjaga generasi muda dari narkoba, kita bukan hanya kehilangan satu anak muda. Kita sedang kehilangan potensi seorang pemimpin, profesional, pengusaha, guru, dokter, bahkan pemimpin bangsa," tegas Suryadi di hadapan para peserta dialog.


Jangan Sampai Jadi Tamu di Negeri Sendiri

Lebih lanjut, Suryadi mengaitkan perang melawan narkoba dengan tantangan persaingan global dan pasar bebas. Menurutnya, kekayaan alam Indonesia yang melimpah tidak akan ada artinya jika kualitas SDM bangsanya rusak akibat zat terlarang.

Ia mengingatkan agar generasi penerus tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja asing di tanah air sendiri hanya karena kalah dalam kompetensi dan kualitas diri.

"Investor tentu membutuhkan tenaga kerja yang kompeten. Bayangkan jika perusahaan besar berdiri di Indonesia, tetapi posisi strategis dan tenaga ahlinya dari luar negeri, sementara anak-anak kita hanya jadi pekerja rendahan. Jangan sampai kita menjadi tamu di negeri sendiri," ujarnya lantang.


Negara Harus Hadir: Beri Ruang Tumbuh bagi Pemuda

Suryadi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus memperkuat generasi muda melalui berbagai program strategis, mulai dari pendidikan gratis, makanan bergizi gratis, pelatihan vokasi, hingga pemberdayaan kewirausahaan pemuda.

Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya diberi nasihat moral untuk menjauhi narkoba, melainkan harus difasilitasi dengan ekosistem yang sehat dan masa depan yang jelas.

"Generasi muda harus diberi ruang: pendidikan, keterampilan, ruang organisasi, lapangan kerja, dan kesempatan berusaha. Pemuda yang memiliki masa depan cerah akan lebih sulit dibujuk untuk menghancurkan masa depannya sendiri," imbuhnya.


Waspadai Modus Mafia: Jangan Biarkan Pemuda Jadi Kurir

Menyoroti peredaran gelap narkotika, Suryadi memperingatkan anak-anak muda agar tidak tergiur dengan iming-iming uang instan. Sindikat narkoba kerap memanfaatkan kepolosan dan kesulitan ekonomi generasi muda untuk dijadikan kaki tangan atau kurir pengantar barang haram tersebut.

"Jangan pernah tergiur uang cepat dari pekerjaan yang tidak jelas. Uang besar tidak selalu berarti rezeki yang baik. Jangan biarkan anak muda yang seharusnya memimpin masa depan justru membawa paket kehancuran," tegas Ketua Fraksi Golkar tersebut.

Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk memprioritaskan penindakan pada akar masalah membongkar aktor intelektual, bandar besar, dan aliran dana sindikat, bukan sekadar menangkap kurir di lapangan.


Sinergi Total: Benteng Keluarga, Agama, dan Penegakan Hukum

Di sisi penegakan hukum, Suryadi menegaskan perlunya aparat yang profesional, berintegritas, dan tidak pandang bulu. Ia menggarisbawahi bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri dan BNN, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Pondasi modal sosial seperti keluarga, agama, pesantren, sekolah, hingga organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna harus difungsikan secara optimal sebagai benteng pertahanan pertama.

"Hukum memberi efek jera, agama memberi kekuatan moral, keluarga memberi kasih sayang, dan sekolah memberi pengetahuan. Jika semua bergerak bersama, ruang gerak narkoba akan terkunci rapat," paparnya.

Menutup penyampaiannya, Suryadi mengajak seluruh masyarakat Kota Malang untuk bersatu menyelamatkan generasi penerus demi kedaulatan bangsa.

"Selamatkan pemuda hari ini, selamatkan Indonesia hari esok. Bebas narkoba, kuat imannya, unggul SDM-nya, berdaya saing bangsanya!" pungkas Suryadi.

 

https://audio.jukehost.co.uk/01a09fa1-8f6b-73f7-84f6-90ceb9670f19 

REDAKSI DPD GOLKAR KOTA MALANG

Seluruh konten informasi di portal ini diterbitkan secara resmi oleh Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPD Partai Golkar Kota Malang.